Sabtu, 23 Mei 2009

KONFIGURASI JARINGAN LAN

A.Tujuan Praktikum

1. mengetahui peralatan-peralatan yang di gunakan untuk membangun jaringan komputer.
2. melakukan konfigurasi jaringan secara hardware dan software untuk jaringan lokal area network.

B. Alat dan bahan:

Alat dan Bahan yang dibutuhkan pada pratikum adalah :
1. Komputer (PC) dengan NOS ( Network Operating System )
2. Kabel UTP (yang sudah terpasang konektor RG-45) Straigh dan Cross
3. NIC (Network Interface Card)
4. Toolset
5. HUB/Switch

C. Teori dasar

Setiap PC yang akan dihubungkan ke jaringan komputer untuk membentuk berbagai macam topologi harus mengunakan peralatan yang dikenal dengan nama Network Interface Card (NIC), dan masing-masing NIC harus cocok dan sesuai dengan jenis media yang digunakan seperti untuk kabel coax, twisted pair, atau fiber-optic.
Agar dapat digunakan, semua NIC harus memiliki device driver untuk setiap sistem operasi. Device driver ini dapat diperoleh dari pembuat operating sistem maupun dari pembuat NIC itu sendiri.
Perangkat lunak yang digunakan menghubungkan masing-masing komputer digunakan Sistem Operasi (SO). Secara garis besar sistem operasi dibagi atas 2 tipe yaitu OS yang digunakan sebagai desktop (standalone) dan OS yang digunakan untuk kepentingan jaringan.
Sistem operasi yang digunakan untuk desktop beberapa diantaranya adalah Windows 95, Win98, ME, XP, Viesta, MacOS, Apple sedangkan sistem operasi jaringan adalah UNIX dan variannya, Linuk dan variannya, Windows NT dan variannya. Sistem operasi jaringan dibedakan lagi menjadi dua berdasarkan tipe jaringannya, Yaitu sistem operasi client-server dan sistem operasi jaringan peer to peer.

1. Jaringan Client-Server
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan elient adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang yang disediakan oleh silver. Server dijaringan tipe client server disebut dengan Dedicated server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
2. Jaringan Peer to Peer
Bila ditinjau dari peran server di kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer diistilahkan non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

Protokol
Untuk dapat saling berkomunikasi antara satu PC dengan PC yang lain baik itu didalam satu kelompok LAN maupun interkoneksi antara LAN antar terkoneksi ke jaringan global maka dibutuhkan suatu aturan bahasa, formad komunikasi sehinggan satu komputer dengan komputer lainnya dapat berkomunikasi dengan benar maka dibutuhkan satu standar aturan yang dikenal dengan protokol.Ada banyak protokol jaringan antara lain :

a. Net Beui
Net Beui merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan lokal berbasis SO windows. Protokol ini sangant baik dan cepat untuk bershering data namun protokol ini tidak dapat dirouting sehingga jarang digunakan untuk jaringan.


b. Ipx & SPx ( Internetwork paket exchange / Sequnce paket exchange)
Protokol hampir sama bahkan mirip dengan NetBeui hanya saja perbedaannya protokol ini dapat dirutinng jadi dapat memungkinkan terjadinya MAN.
c. Protokol yang dikembangkan oleh OSI / ISO
Protokol ini dikembangkan standar reverensi acuan didalam pengembangan protokol dan sudah digunakan oleh beberapa institusi, sayangnya segala informasi tentang protokol ini harus dibeli melalui ISO dan hal ini yang menyebabkan perkembangan ISO-OSI menjadi lambbat.
d. TCP / IP ( Transmition Control Protokol/Internet Protokol)
TCP / IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki sistem pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat 2 versi TCP / IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu Ipv4 (32bit) dan Ipv6 (128 bit).

TCP / IP merupakan kumpulan protokol-protokol yang dibuat untuk menanggani komunikasi data dalam jaringan komputer dimana masing-masing protokol tersebut bertanggaung jawab atas fungsinya masing-masing. Masing-masing protokol tidak perlu mengetahui proses kerja protokol lainnya, sepanjang masih menerima dan mengirimkan paket data.
Agar masing komputer dapat saling berkomunikasi dibutuhkan IP address, dimana tiap komputer dihubungkan melalui media transmisi pengkabelan seperti UTP, Koaksial atau Fiber Optik. IP address adalah sekelpompok bilangan biner 32 bit yang dibagi menjadi 4 bagian yang masing-masing bagian itu terdiri dari 8 bit, angka pada masing-masing bit tersebut adalah angka 1 dan 0, Misalnya 11000111. nilai paling besar dari biner 8 bit adalah 255, angka 255 ini dihitung dari bilangan biner 2 berpangkat. Untuk mempermudah pembacaan IP address biner 32 tersebut digunakan metode desimal.
Network ID Host ID
192 168 0 100

IP address merupakan pasangan Network ID dan Host ID, Network ID menjelaskan alamat jaringan tersebut sedangkan HostID merupakan alamat Host/komputer dalam jaringan tersebut. IP address dibagi atas beberapa kelas A, kelas B, dan Kelas C. IP address kelas A digunakan untuk jaringan yang cukup besar, Kelas B digunakan untuk jaringan dengan ukuran yang sedang sedangkan Kelas C digunakan untuk jaringan yang kecil misalnya LAN.

Kelas Network ID Host ID Default Subnet
Mask
A Axxx.0.0.1 Xxx,255.255.254 255.0.0.0
B xxx.xxx..0.1 xxx.xxx.255.254 255.255.0.0
C xxx.xxx.xxx.1 xxx.xxx.xxx.254 255.255.255.0

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangant besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx.- 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama,sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.
Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, Misalnya 133.46.5.6 ialah:
Network ID = 133
Host ID = 46.5.6
Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 133.
IP address kelas B bisanya di alokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121,1
Network ID = 133.92
Host ID = 121.1

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range 128.0.xxx.xxx.- 191.155.xxx.xxx
IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Renge IP 192.0.0.xxx- 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memiliki network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tep[at atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

D. Langkah kerja praktikum

1. untuk mulai praktikum menyiapkan seluruh alat dan bahan yang membutuhkan dan memastikan dalam keadaan baik dan bisa bekerja.
2. membuka tutup CPU (bila memerlukan ) dan memperhatikan komponen di dalamnya dan memastikan slot PCI masih ada yang kosong untuk digunakan memasang NIC PCI. ( jika sudah terpasang atau On-Board tidak perlu membuka CPU )
3. Memasang Ethernet card dan memastikan drever Ethernet card terinstall dengan benar dengan cara melibatnya : Klik kanan My Computer ( pada desktop) kemudian Properties, selanjutnya pilih Tab Hardware, Pilih Device Manager, dan pastikan Network Adapter terinstall driver dari merek Ethernet card.
4. jika sudah terinstall dengan benar, menghubungkan Enthernet card dengan kabel UTP. Untuk pertama kali menggunakan kabel Cross dan menghubungkan dua buah komputer dengan teman sejawat ( menggunakan kabel cross yang telah terbuat dengan benar)
5. mengatur konfigurasi IP komputer kedalam Kelas C. Dan memastikan antara komputer satu dengan komputer lainnya IPnya yang berbeda. Mencatat IP yang sudah didiberikan.
6. menjalankan program Ping untuk melihat konektifitas antara komputer satu dengan komputer lainnya.
7. setelah berasil mengunakan kabel Cross untuk koneks dengan dua buah PC kemudian mengunakan kabel straigh yang menghubungkan komputer dengan Switch-HUB.
8. membuat kelompok di kelas, menjadi 4 kelompok kemudian masing-masing kelompok menggunakan Network ID yang berbeda-beda (mengingat pengaturan Network ID Host ID )
9. mencatat nomor IP
10. melakukan sharing folder atau driver dengan langkah sebagai berikut:
menggunakan Explorer= Klik kanan driver atau folder pilih sharing dan scurity, jika pertama kali melakukan intruksi menurut intruksi yang tampil.
11 Centang Share this folder on the network kemudian menulis nama folder sharring di Tab Share name setelah itu klik ok. Maka folder sudah dapat dilihat di jaringan oleh computer lain sesame anggota jaringan.

E. Kesimpulan

Setelah melakukan praktikum ini maka dapat mengkoneksi jaringan computer satu dengan computer lainnya, dimana dalam pengkoneksinya IP addressnya tidak bolehsama computer satu dengan computer lainnya. Bila nomor addressnya sama maka tidak akan terkoneksi. Dalam pengkoneksi jaringan menggunakan area kelas C, karena kelas C hanya untuk mengkoneksi jaringan –jaringan yang lokasinya terbatas koneksinya digunakan pun terbatas. Dimana hasil koneksi ini dapat mengambil data saling menukar pengambilan data antara satu computer dengan computer lainnya. Dan sistim pengkoneksinya mengunakan dua jenis koneksi yaitu sistim Cross dan Strak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar